Baca dan Menangislah..

21 Oct 2012


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Ibu
Sungguh walaupun kita menulis ribuan halaman untuk mengungkapkan pujian dan sanjungan kita terhadap ibu, dan mencoba untuk menuliskannya dengan tinta darah sekalipun, sungguh itupun tidak akan cukup dan tidak akan bisa membalas jasa-jasa ibu kita.
Dan apa yang kita lakukan hanya mencoba sedikit mengurai tentang rasa kekaguman kita, rasa bangga kita terhadap sosok ibu kita, mencoba untuk mengenang perjuangan, pengorbanan dan cinta beliau ataupun kita mencoba untuk mengungkap segala kekecewaan kita terhadap mereka maka ungkapkanlah dengan bahasa indah dan penuh kesantunan agar tidak melukai hati orang tua kita.
Seorang Ibu juga manusia, ada keterbatasan dan kekurangan yang ada dalam dirinya, baik terbatas dari kondisi fisik, pendidikan, dan ekonomi.Maka maafkanlah segala kekurangannya dalam mendidik kita, mencintai dan mengasuh kita.Kadangkala ia lupa, bahkan tersalah, melakukan kesalahan terhadap anak dan keluarganya.Maka taka ada kata yang paling indah selain memaafkan dan tetap memeprelakukan mereka dengan santun.
http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2011/12/21/menulis-tentang-ibu%E2%80%A6%E2%80%A6/
Kasih Ibu Seluas Samudera
Ibu merupakan sosok mahluk yang dimuliakan oleh Allah swt, terbukti dengan adanya berbagai surat di dalam al-Qur’an yang banyak menceritakan tentang perngorbanan seorang ibu. Selain itu pula juga tertuang dalam hadist Rasulullah saw. Dimana dalam hadist tersebut bahwa seorang anak harus mendahului kewajibannya terhadap ibunya karena kedudukan seorang ibu lebih mulia oleh karena itu ada ungkapan jika syurga di bawah telapak kaki ibu.
Perjuangan seorang ibu dalam menyambung nyawa kita sebagi anak sangatlah berat dan banyak menuai rintangan. Dengan berbagai cara akan dilakukan seorang ibu untuk tetap membahagiakan sang buah hatinya, walupun terkadang hati seorang ibu itu tersakiti oleh tingkah laku sang anak. Hal itu tak akan merubah rasa sayang seorang ibu terhadap anaknya dan ibu pun akan selalu memaafkan segala bentuk kesalahan dari anaknya.
Begitu besar cinta dan pengorbanan seorang ibu sampai nyawanya pun ikut dia pertaruhkan demi anaknya.
http://muzakki.com/membina-keluarga/membina-keluarga/107-kasih-ibu-seluas-samudera.html
Cinta Kasih Dan Hutang Ibu Pada Anak
Tak ada habisnya bicara soal kebaikan, keagungan, ikhlas dan ketulusan, perjuangan, cinta, kasih sayang dan gambaran lainnya dari sosok seorang Ibu.
http://saungweb.blogspot.com/2009/12/cinta-kasih-dan-hutang-ibu-pada-anak.html
http://webmdmk.blogspot.com/2011/10/bahagiakan-ibumu.html
Jasa Ibu yang Terlupakan
Dikisahkan ketika Rasulullah sedang berthawaf, beliau bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya epada anak muda itu, Kenapa pundakmu itu? Jawab anak muda itu, Ya Rasulullah, saya dari Yaman. Saya mempunyai seorang Ibu yang sudah uzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika shalat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya.
Kemudian anak muda itu bertanya, Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk ke dalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua? Rasulullah saw sangat terharu mendengarnya, sambil memeluk anak muda itu beliau bersabda, Sungguh Allah ridha kepadamu, kamu anak yang saleh, anak yang berbakti. Tapi anakku, ketahuilah, cinta orang tuamu tidak akan terbalaskan oleh pengorbanan dan kebaikanmu.
http://www.dpu-online.com/artikel/detail/2/1525/Jasa%20Ibu%20yang%20Terlupakan
Ingatlah Jasa Ibu Kita ( KISAH HATI IBU - Ribuan Kilo Jalan..Hidup Demi Anaknya )
Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.
Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.
Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.
https://www.facebook.com/note.php?note_id=371336960209&comments
Kedudukan Seorang Ibu
Dalam Tanzil-Nya yang mulia, Allah k berfirman:
Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbakti kepada) kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu dan hanya kepada-Kulah kembalimu.(Luqman: 14)
Di tempat lain, Dia Yang Maha Suci berfirman:
Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan (Al-Ahqaf: 15)
http://asysyariah.com/kedudukan-seorang-ibu.html
http://dedi5611.blogdetik.com/index.php/2012/10/baca-dan-menangislah/

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ibumu adalah
Ibunda darah dagingmu
Tundukkan mukamu
Bungkukkan badanmu
Raih punggung tangan beliau
Ciumlah dalam-dalam
Hiruplah wewangian cintanya
Dan rasukkan ke dalam kalbumu
Agar menjadi azimah bagi rizki dan kebahagiaan
Ucapan Ibu adalah Ucapan Allah SWT.
Surga di bawah telapak kaki ibu, ini ungkapan implisit (tersirat).
Secara eksplisit salah satunya bahwa
“Ucapan Ibu adalah Ucapan Tuhan”, dan saya meyakini hal itu.
Setiap ibu pasti mendoakan yang terbaik untuk anaknya.
Persoalannya, yang dikabulkan Allah SWT adalah “apa yang DIRASAKAN ibu”, bukan “apa yang diinginkan ibu”.
Karena “doa sesungguhnya” seorangi manusia adalah apa yg muncul/ada dihatinya (yg dia rasakan, bukan yg dia pikirkan/inginkan. Bukan yg terucap di mulut, tetapi yg terasa di hati).
Allah SWT selalu mengabulkan doa tsb (yg ada ada di hati manusia), diminta maupun tidak diminta.
Ketika seorang ibu berdoa yang indah-indah untuk kebahagiaan anaknya. Namun pada saat yang sama, hati ibu tsb merasa sedih karena tindakan anaknya. Maka perasaan sedih itulah yang dikabulkan Allah SWT, bukan doa ibu yang indah-indah tsb.
Apapun yang hadir dalam perasaan ibu, itu merupakan doa ibu, dan sesuai janji Allah akan mengabulkannya dan menjadikannya kenyataan.
Tugas kita sebagai anak, sangat sederhana yaitu “bahagiakanlah ibu”.
Bagaimana membahagiakan ibu ? Dengan cara, penuhilah harapan ibu kepada kita.
https://www.facebook.com/notes/al-quran-islam-yg-bahagia/ucapan-ibu-adalah-ucapan-allah-swt/10150566224303763
Renungan
Kita tidak tahu akan berapa lama lagi kita bisa menatap wajah ibu bapak kita.
Andaikata ibu bapak kita sudah terbungkus kafan,
Tidak ada lagi wajah yang bisa ditatap,
Tidak ada lagi tangan yang bisa kita cium,
Tidak ada lagi oleh-oleh yang bisa kita bawakan,
Tidak ada lagi sapaan yang bisa kita tunggu,
Tidak ada lagi doanya untuk kita. Andai ibu bapak kita sudah berada di liang lahat maka tidak pernah lagi kita melihat lagi mereka dirumah
Andai tanah sudah menimbun jasadnya.
Jangan sia siakan ibu bapak kita Sampai kapanlah kita akan melukai hatinya, seburuk apapun keadaannya darah dagingnya melekat pada tubuh kita.
Solehkanlah yang orang tuanya yang belum soleh
Muliakan yang orang tuanya terhina
Saudaraku kenanglah kebaikan orang tua kita, Dimana gerangan di akhirat keluarga kita berkumpul, adik, kakak, apakah kita kan kumpul di surga berjumpa dengan Rosul Allah atau cerai berai di neraka
Ya Allah utuhkan keluarga kami di dunia ini mulia, utuhkanlah keluarga kami di surgaMu mulia
Ya Allah karuniakan kepada kami hati yang penuh cinta, cinta kepadamu
ya Allah, dan golongkanlah hati ini menjadi hati yang selalu rindu ingin berjumpa dengan Mu.
https://www.facebook.com/nasehat.n.doaibu

Kisah Kasih Ibu. Baca dan Menangislah..
Ibuku Seorang Pembohong ? Sukar untuk orang lain percaya, tapi itulah yang terjadi, ibu saya memang seorang pembohong!! Sepanjang ingatan saya sekurang-kurangnya 8 kali ibu membohongi saya. Saya per
lu catatkan segala pembohongan itu untuk dijadikan renungan anda sekalian. .
Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan.
KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA.
Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di sungai sebelah rumah. Ibu berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit makanan untuk membesarkan kami. Pulang dari memancing, ibu memasak ikan segar yang mengundang selera. Sewaktu saya memakan ikan itu, ibu duduk di samping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang bekas sisa ikan yang saya makan tadi.Saya sedih melihat ibu seperti itu. Hati saya tersentuh lalu memberikan ikan yg belum saya makan kepada ibu. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya. Ibu berkata : “Makanlah nak, ibu tak suka makan ikan.”
KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA.
Di awal remaja, saya masuk sekolah menengah. Ibu biasa membuat kue untuk dijual sebagai tambahan uang saku saya dan abang. Suatu saat, pada dinihari lebih kurang pukul 1.30 pagi saya terjaga dari tidur.. Saya melihat ibu membuat kue dengan ditemani lilin di hadapannya. Beberapa kali saya melihat kepala ibu terangguk karena ngantuk. Saya berkata : “Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kan pergi ke kebun pula.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, ibu belum ngantuk.”
KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.
Di akhir masa ujian sekolah saya, ibu tidak pergi berjualan kue seperti biasa supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk turut menyemangati. Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai menyinari, ibu terus sabar menunggu saya di luar. Ibu seringkali saja tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada allah agar saya lulus ujian dengan cemerlang. Ketika lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya. Kopi yang kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih kental. Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera memberikan cawan saya itu kepada ibu dan menyuruhnya minum. Tapi ibu cepat-cepatmenolaknya dan berkata : “Minumlah nak, ibu tak haus!!”
KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA.
Setelah ayah meninggal karena sakit, selepas saya baru beberapa bulan dilahirkan, ibulah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami sekeluarga. Ibu bekerja memetik cengkeh di kebun, membuat sapu lidi dan menjual kue-kue agar kami tidak kelaparan. Tapi apalah daya seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah. Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, seorang tetangga yang baik hati dan tinggal bersebelahan dengan kami, datang untuk membantu ibu. Anehnya, ibu menolak bantuan itu… Para tetangga sering kali menasihati ibu supaya menikah lagi agar ada seorang lelaki yang menjaga dan mencarikan nafkah untuk kami sekeluarga.. Tetapi ibu yang keras hatinya tidak mengindahkan nasihat mereka. Ibu berkata : “Saya tidak perlu cinta dan saya tidak perlu laki-laki.”
KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM.
Setelah kakak-kakak saya tamat sekolah dan mulai bekerja, ibu pun sudah tua. Kakak-kakak saya menyuruh ibu supaya istirahat saja di rumah. Tidak lagi bersusah payah untuk mencari uang. Tetapi ibu tidak mau. Ibu rela pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, pun begitu ibu tetap berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malah ibu mengirim balik uang itu, dan ibu berkata : “Jangan susah-susah, ibu ada uang.”
KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.
Setelah lulus kuliah, saya melanjutkan lagi untuk mengejar gelar sarjana di luar negeri. Kebutuhan saya di sana dibiayai sepenuhnya oleh sebuah perusahaan besar. Gelar sarjana itu saya sudahi dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan perusahaan yang telah membiayai sekolah saya di luar negeri. Dengan gaji yang agak lumayan, saya berniat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya bersama saya di luar negeri. Menurut hemat saya, ibu sudah puas bersusah payah untuk kami. Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, pantaslah kalau hari-hari tuanya ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya. Ibu tidak mau menyusahkan anaknya ini dengan berkata ; “Tak usahlah nak, ibu tak bisa tinggal di negara orang.”-
KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Beberapa tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerimaberita ibu diserang penyakit kanker di leher, yang akarnya telah menjalar kemana-mana. Ibu mesti dioperasi secepat mungkin. Saya yang ketika itu berada jauh diseberang samudera segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah di rumah sakit, setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku karena terpaksa menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya. Saya dapat melihat dengan jelas betapa kejamnya penyakit itu telah menggerogoti tubuh ibu, sehingga ibu menjadi terlalu lemah dan kurus.. Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata. Saya cium tangan ibu kemudian saya kecup pula pipi dan dahinya. Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakitsekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu tetaptersenyum dan berkata : “Jangan menangis nak, ibu tak sakit.” Setelah mengucapkan pembohongan yang kedelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya untuk terakhir kali. Dibalik kebohongannya, tersimpan cintanya yang begitu besar bagi anak2nya. Anda beruntung karena masih mempunyai orangtua… Anda boleh memeluk dan menciumnya. Kalau orangtua anda jauh dari mata, anda boleh menelponnya sekarang, dan berkata, “Ibu/Ayah, saya sayang ibu/ayah.” Tapi tidak saya lakukan, hingga kini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat karena biarpun saya mengasihi ibu lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga ibu, sampailah saat ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.Ibu, maafkan saya. Saya sayang ibu…….
https://www.facebook.com/nasehat.n.doaibu
http://dedi5611.blogdetik.com/?cat=11977


TAGS bahagia Doa hati Keluarga mata santun Sesama Add new tag


-

Author

Follow Me