maripeduli

12 Oct 2012

maripeduli › Tools — WordPress.

Membuka Mata Hati
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an :
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi) neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah) mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS Al-‘Araf 179)
http://fajarembun.wordpress.com/2009/03/10/membuka-mata-hati/

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Membalas Keburukan dengan Kebaikan
Jadilah pribadi yang tenang dan menenangkan. Bukan pribadi yang gelisah dan penuh amarah. Tenang bukan berarti tidak mampu, tenang bukan berarti kalah, tenang bukan berarti lambat. Tenang adalah seni menyampaikan kritikan dengan bahasa yang lembut, tenang adalah penyampaian fakta keras dengan cara yang lembut, tenang adalah penolakan berat dengan cara yang ringan. Itulah yang ditunjukkan oleh Rasul SAW ketika penduduk Thaif melempari beliau dengan batu. Beliau malah berdoa, “Allahummahdii qawmii fainnahum laa ya’lamuun” (Ya Allah berilah hidayah kepada kaumku ini, karena sesungguhnya mereka tidak tahu apa-apa).
http://forum.muslim-menjawab.com/2011/08/25/membalas-keburukan-dengan-kebaikan/
http://sosbud.kompasiana.com/2010/05/26/membalas-keburukan-dengan-kebaikan/
“Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (Asy Syuura : 40)
http://faisalchoir.blogspot.com/2011/06/membalas-keburukan-dengan-kebaikan.html
“Siapa yang datang membawa kebaikan, baginya pahala yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan siapa yang datang membawa kejahatan, tidaklah diberi balasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan seimbang dengan apa yang dahulu mereka kerjakan” (SQ. Al-Qashash [28]:84)
http://pa-nurulislam.blogspot.com/2011/06/membalas-kejahatan-dengan-kebaikan.html
Memang bukan perkara yang mudah untuk menahan marah atau emosi. Apalagi kemudian membalasnya dengan hal yang sebaliknya. Tidak semua orang mampu melakukannya. Sehingga ketika Abdullah bin Amr menanyakan hal apakah yang bisa menjauhkannya dari murka Allah? Rasulullah menjawab: “Laa taghdhab (Janganlah kau marah)” (HR Imam Ahmad)
http://djibran.staff.ipb.ac.id/2011/08/24/membalas-keburukan-dengan-kebaikan-2/
http://hatiorganik.faceblog.com/index.php/2012/09/16/kisah-kasih-ibu/


TAGS


-

Author

Follow Me